Guru sejati Sejatining guru
Rabu, 22 April 2015
SNI 1729.2 201X Ketentuan Seismik untuk Bangunan Gedung Baja
BAB A PERSARATAN UMUM
BAB B PERSARATAN DESAIN UMUM
BAB C ANALISIS
BAB D PERSARATAN UMUM PERENCANAAN KOMPONEN STRUKTUR DAN
SAMBUNGAN
BAB E SISTEM RANGKA MOMEN
BAB F SISTEM RANGKA TERBREIS DAN SISTEM DINDING GESER
BAB G SISTEM RANGKA MOMEN KOMPOSIT
BAB H SISTEM RANGKA-TERBREIS KOMPOSIT DAN SISTEM DINDING GESER
BAB I PABRIKASI DAN EREKSI
BAB J PENGENDALIAN KUALITAS DAN PENJAMINAN KUALITAS
BAB K KETENTUAN PENGUJIAN PRAKUALIFIKASI DAN KUALIFIKASI SIKLUS
Ingin filenya ada di sisni : https://drive.google.com/file/d/0Bx3xQpnAVaT9UDF4QkhETW5MNW8/view?usp=sharing
Senin, 08 Juli 2013
Perhitungan komposit baja jembatan
Panjang jembatan 32 m
Lebar jembatan + trotoar 16 m
Jembatan kelas II dengan beban rencana 80 ton
Alat penyambung baja dengan beton : bout panjang 3'' diameter 3/4''
Baja Fe-430
Beton K-350
Baja WF 21x82
![]() |
| Tampak samping |
jika ingin tahu perhitungannya download aja di sini : http://www.4shared.com/rar/uwF8p0Gm/BAJA_upload_1.html
password : ojo dumeh
Sabtu, 22 Juni 2013
Analisa struktur kolom analogi
![]() |
Analisa struktur dibawah ini dengan menggunakan metoda "kolom analogi" serta gambarkan bidang M, D, dan N !
| Diket : | L1 = | 4 | m |
| L2 = | 5 | m | |
| P = | 4 | t | |
| q = | 2 | t/m |
| Mc = Px1/2L2 = | 10 | tm | |||
| Mb={P(L1x1/2L2)}+{1/2xqxL1xL1}= | 42 | tm | |||
| Ma = Mb = | 42 | tm | |||
| A I = 1/2xMcx1/2L2 = | 12.5 | ||
| A II=0ᶴ4 (2x2-16x+42)dx = | 82.66 | ||
| A III = Ma x L1 = | 168 | ||
![]() |
| Diagram Ms tekan |
![]() |
| Titik berat |
| A I = L1 x 1 = | 4 | m2 | |
| A II = L1 x 1 = | 4 | m2 | |
| A III = L1 x 1 = | 4 | m2 | |
| A IV = L2 x 1 = | 5 | m2 | |
| A V = L2 x 1 = | 5 | m2 | |
| ∑A = | 22 | m2 | |
| y=∑Ai.yi/∑Ai | x=∑Ai.xi/∑Ai | |||||||
| 22 y =(4x3)+(4x5)+(4x3)+(5x5)+(5x2.5) | 22 x =(4x0)+(4x2)+(4x4)+(5x6.5)+(5x9) | |||||||
| y = 3.6 | x = 4.64 | |||||||
BAT A y Iox Ay2 Ioy x Ax2
I 4 0.7 5.33 1.96 0 4.64 86.1184
II 4 1.3 0 6.76 5.33 2.64 27.8784
III 4 0.7 5.33 1.96 0 0.64 1.6384
IV 5 1.3 0 8.45 10.42 1.86 17.298
V 5 1.2 10.42 7.2 0 4.36 95.048
| ∑Iox = | 21.08 | m4 | ∑Ioy = | 15.75 | m4 | |
| ∑Ay2 = | 26.33 | m4 | ∑Ax2 = | 227.98 | m4 | |
| Ix = | 47.41 | m4 | Iy = | 243.73 | m4 |
| Ixy = | 15.126 |
I'x = Ix(1-I^2xy/IxIy)= 46.47 m4
I'y = Iy(1-I^2xy/IxIy)= 238.91 m4
P x y My=Px Mx=Py
-12.5 0.19 1.3 -2.38 -16.25
-82.66 -3.16 1.3 261.21 -107.46
-168 -4.64 -0.7 779.52 117.60
Jumlah :
-263.16 1038.35 -6.11
M'x=Mx-My x Ixy/Iy = -70.55
M'y=My-Mx x Ixy/Ix = 1040.30
Titik x y Ms P/A M'yX/I'y M'xY/I'x Mi M
A -4.64 -2.7 42 -11.96 -20.20 4.10 -28.07 70.07
B -4.64 1.3 42 -11.96 -20.20 -1.97 -34.14 76.14
C -0.64 1.3 10 -11.96 -2.79 -1.97 -16.72 26.72
D 4.36 1.3 0 -11.96 18.99 -1.97 5.05 -5.05
E 4.36 -3.7 0 -11.96 18.99 5.62 12.64 -12.64
F -0.64 -2.7 0 -11.96 -2.79 4.10 -10.65 10.65
Bidang Momen
Jika ingin melihat lebih jelas atau file excelnya dapat di download di sini :http://www.4shared.com/rar/iImF7tni/Analisa_struktur_menggunakan_k.html
pasword : guru sejati
Tetap kunjungi blog kami untuk update informasi terbaru.,.,,.,.,
Minggu, 16 Juni 2013
Momen Inersia
Momen Inersia Juga Bisa Dikurangkan
Pada dasarnya, dalam operasi matematika khususnya geometri, sesuatu yang bisa dijumlahkan, tentu bisa juga dikurangkan. Atau dengan kata lain, pengurangan sama dengan penjumlahan negatif. Contohnya waktu mencari luas atau volume sebuah bentuk. Bentuk T misalnya.

Luas bentuk T di atas bisa diperoleh dengan menjumlahkan persegi-persegi panjang yang menyusun bentuk T tersebut. Bisa dengan cara ini:

atau yang ini:

atau yang ini:
Atau, bisa juga dengan mengurangkan bentuk-bentuk persegi seperti gambar di bawah ini.

Cara apapun yang digunakan, tentu hasilnya akan sama.
Begitu pula dengan momen inersia.
Untuk mencari momen inersia sebuah bangun yang kompleks, kita dapat menghitungnya dengan menggunakan persamaan

Notasi
di atas menunjukkan penjumlahan komponen-komponen penyusunnya. Karena bisa dijumlahkan, tentu operasi pengurangan juga bisa digunakan. Mari kita lihat contohnya.
Misalkan ada bentuk penampang hollow (RHS, Rectangular Hollow Section) seperti gambar di bawah (lengkungan untuk sementara kita abaikan).

Kita akan menuentukan momen inersia terhadap sumbu-X penampang dengan dua cara: penjumlahan dan pengurangan.
A. Penjumlahan
Penampang tersebut bisa kita tuliskan sebagai RHS 60x40x3, tinggi 60 mm, lebar 40 mm, dan tebal 3mm.
Penampang tersebut bisa kita tuliskan sebagai RHS 60x40x3, tinggi 60 mm, lebar 40 mm, dan tebal 3mm.
RHS itu kita bagi menjadi 4 persegi, seperti gambar di bawah. Dan masing-masing persegi kita hitung dimensinya, luasnya, dan momen inersia dasarnya.
Perhitungan lengkapnya bisa dilihat pada tabel di bawah:
| no | ||||
| 1 | ||||
| 2 | ||||
| 3 | ||||
| 4 | ||||
Sehingga momen inersia penampang di atas adalah, 
B. Pengurangan
Sekarang kita gunakan cara pengurangan. RHS di atas bisa dibentuk dari pengurangan dua buah persegi A dan B seperti gambar di bawah:
Sekarang kita gunakan cara pengurangan. RHS di atas bisa dibentuk dari pengurangan dua buah persegi A dan B seperti gambar di bawah:
Dengan cara yang sama dengan di atas, kita membuat perhitungan untuk bangun 1 dan 2. Sehingga, untuk RHS momen inersianya adalah:

Karena titik berat kedua persegi tersebut berimpit, maka nilai
untuk keduanya sama dengan 0 (nol).
Sehingga,

Hasilnya sama bukan?[]
sumber:
Langganan:
Postingan (Atom)







